Salah satu kegiatan yang menjadi bagian dari program adalah kunjungan ke Taman Industri Fotovoltaik di Prefektur Otonomi Tibet Hainan. Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada para pemuda Tiongkok dan ASEAN untuk melihat secara langsung pengembangan energi surya serta keterkaitannya dengan pembangunan ekonomi, perlindungan lingkungan, inovasi teknologi, dan revitalisasi pedesaan.
Prefektur Hainan memiliki kondisi alam yang mendukung pengembangan energi surya, antara lain paparan sinar matahari yang tinggi, kelembapan yang relatif rendah, serta ketersediaan lahan terbuka. Keunggulan tersebut kemudian dikembangkan menjadi bagian dari industri energi terbarukan yang mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.


Delegasi juga diperkenalkan pada penggunaan teknologi pemantauan cerdas dalam fasilitas fotovoltaik. Sistem tersebut digunakan untuk memantau radiasi matahari, produksi listrik, kinerja peralatan, serta kondisi cuaca. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan pengelola meningkatkan efisiensi pembangkitan listrik, mengurangi biaya pemeliharaan, dan menjaga keandalan fasilitas.
Hal lain yang menarik adalah konsep “Fotovoltaik Plus”, yaitu penggabungan pembangkit listrik tenaga surya dengan kegiatan ekonomi dan ekologi lainnya. Beberapa area di bawah panel surya dapat dimanfaatkan untuk vegetasi, restorasi ekologi, hingga penggembalaan ternak. Industri fotovoltaik juga memberikan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja di bidang teknik, konstruksi, operasional, manufaktur, logistik, penelitian, dan layanan teknis.

