Tanggal 26 Mei 2026, delegasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) menghadiri The 5th Leader’s Meeting of ASEAN-China People-to-People Friendship Organizations yang diselenggarakan di kota Jingdezhen, Provinsi Jiangxi. Pertemuan ini diselenggarakan oleh the Chinese People’s Association for Friendship with Foreign Countries (CPAFCC), Jiangxi Provincial People’s Association for Friendship with Foreign Countries dan Jingdezhen People’s Association for Friendship with Foreign Countries.




Hadir pada konferensi tersebut delegasi dari negara-negara ASEAN dan Tiongkok. Delegasi Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Tiongkok (PPIT) yang hadir pada konferensi tersebut adalah Ketua Umum, Al Busyra Basnur; Sekretaris Jenderal, Rudi Suwito; Wakil Sekretaris Jenderal Aswen S. Utomo dan Perwakilan PPIT di Tiongkok, Reymond Weng.
Pada pertemuan itu, Ketua Umum PPIT Al Busyra Basnur dalam pidatonya antara lain menyampaikan bahwa persahabatan antar masyarakat memainkan peran yang sangat penting dalam membangun perdamaian, kepercayaan, dan kerja sama antar negara. Benar sekali bahwa hubungan antar pemerintah sangat penting. Tetapi, hubungan antara orang-orang dari berbagai wilayah dan negeri telah dimulai jauh sebelum hubungan diplomatik antar negara terjalin.
The 5th Leader’s Meeting of ASEAN-China People-to-People Friendship Organizations merupakan salah satu forum penting dalam upaya memperkuat hubungan antarmasyarakat (people-to-people relations) antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok. Pertemuan dihadiri oleh hampir 100 delegasi dari 16 organisasi persahabatan masyarakat sipil yang mewakili Tiongkok dan 10 negara ASEAN, termasuk Indonesia.
Forum ini menjadi bukti bahwa hubungan ASEAN–Tiongkok tidak hanya dibangun melalui diplomasi pemerintah, perdagangan, dan investasi, tetapi juga melalui hubungan langsung antar masyarakat. Dalam dunia yang semakin saling terhubung, persahabatan antar rakyat menjadi modal penting untuk menciptakan stabilitas, kepercayaan, dan kerja sama jangka panjang.*

